JENIS JAMBU AIR KOMERSIAL TOKO BIBIT ONLINE | JUAL BIBIT TANAMAN MURAH | JUAL TABULAMPOT CIREBON TOKO BIBIT UNGGUL
Pesan Produk Sekarang

JENIS JAMBU AIR KOMERSIAL

Hubungi CS
 

Silsilah Jambu Air
Masyarakat pada umumnya hanya menyebut satu nama untuk semua jenis jambu air. Padahal, menurut para ahli ada 2 jenis sub kelompok jambu air, yaitu jambu air berbuah kecil dengan rasa rata-rata asam dan jambu air berbuah besar dengan rasa manis. Kelompok pertama memiliki nama latin Syzygium aqueum sedangkan kelompok kedua memiliki nama Syzygium Samarangense. Syzgium berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti syzygium yang bermakna menyatu, merujuk pada letak daun tunggal yang saling berhadapan. Aqueum berasal dari bahasa latin Aqueus yang bermakna seperti air, sedangkan Samarangense ada yang memperkirakan bahwa jambu ditemukan di kota Semarang. Dalam dunia perdagangan internasional Syzygium aqueum dinamakan Water Apple, sedangkan untuk Syzygium Samarangense disebut dengan Wax Apple. Syzygium Samarangense lebih memiliki nilai komersial dibandingkan dengan Syzygium aqueum.
Salah satu contoh jambu air kelompok pertama adalah jambu air kancing. Sedangkan contoh jambu air kelompok kedua diantaranya; jambu air citra, cincalo, dan jambu air madu deli hijau.

Nilai Nutrisi Jambu Air
Dalam buku The Encyclopedia of Fruit and Nuts disebutkan bahwa kandungan nutrisi dalam jambu air sebagai berikut;


Syzygium aqueum
Syzygium Samarangense
Bagian yang dapat dimakan (%)
-
95
Air (gr)
87
91
Kalori (kkal)
43
80
Protein (gr)
0,6
0,6
Lemak (gr)
0,2
0,1
Karbohidrat (gr)
11,8
8
Serat (gr)
0,9
0,7
Ash (gr)
0,4
0,4
Kalsium (mg)
8
6
Fosfor (mg)
9
16
Kalium (mg)
-
114
Besi (mg)
1,1
2
Sodium (mg)
-
-
Vit A (mg)
0
Sedikit
Thiamine (mg)
0
0,03
Niacin (mg)
0,6
0,3
Riboflavin (mg)
0,03
0,03
Vit C (mg)
5
13

Jenis Jambu Air
Indonesia kaya akan varietas jambu air baik jenis lokal maupun introduksi. Berikut ini adalah jenis jambu air yang layak untuk dikebunkan maupun dikoleksi, memiliki nilai komersial tinggi yang tersedia di bibitunggul nursery Cirebon, diantaranya:

Black Kingkong
Jambu air Black Kingkong berasal dari Taiwan. Bentuk buah besar dan membulat. Warna buah merah gelap dengan semburat kuning pucat di tangkai. Daging buah renyah tanpa serat. Rasa buah manis. Bobot buah 300-400 gram per buah.

Cincalo
Arti dari cincalo adalah enak dan manis. Jambu yang sangat enak dan tidak berbiji ini berasal dari Desa Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kabupaten Tangerang, Banten. Ada dua macam warna buah yang dikenal masyarakat, yaitu merah dan hijau. Cincalo merah berukuran paling besar, sebutan lainnya cincalo gondrong. Buahnya memanjang sekitar 7 cm, diameter sekitar 6 cm. Cincalo merah juga ada yang berukuran lebih kecil, bentuknya seperti lonceng, tetapi agak gemuk membulat bagian tengahnya. Terkadang berbiji, tetapi pada umumnya tanpa biji. Buah cincalo hijau berwarna hijau. Bentuk dan ukurannya tidak jauh berbeda dengan cincalo merah berukuran kecil. Rasanya enak, renyah, segar dan manis.

Citra
Jambu air citra pertama kali ditemukan oleh Dr. Ir. Mohammad Reza Tirtawinata pada tahun 1990 di Anyer, Banten. Keunggulan jambu air citra terletak pada bentuk buah yang besar menyerupai lonceng dengan bobot rata-rata 100 gram dan bisa mencapai bobot 250 gram per buah. Kulit buah mengkilap berwarna merah menyala. Daging buah tebal, empuk, rasa manis (12-15 brik) dan tanpa biji. Pada musim kemarau derajat kemanisan buah bisa mencapai 18 brik. Produktivitas 300-400 buah per pohon per tahun.

Delhari
Jambu air delhari berasal dari Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Bentuk buah mirip lonceng, cenderung membulat tanpa pinggang. Warna buah merah tua polos tanpa noda, diselingi garis-garis membujur kecoklatan. Daging buah tebal, renyah, tanpa serat, citarasa manis sedikit asam. Bobot buah 125 gram. Mulai berbuah pada usia 2 tahun dari bibit asal cangkok umur 6 bulan dengan tinggi 50 cm. Terdaftar sebagai varietas unggul pada tahun 2004.

King Rose Apple
Jambu air King rose apple berasal dari Thailand dengan bentuk buah segitiga samasisi. Warna buah hijau dengan semburat merah muda, ada juga yang merah muda mulus merata. Daging buah tebal, padat, bertekstur halus, tidak berserat, dan renyah walaupun cukup berair. Citarasa manis cukup menggigit. Kadar kemanisan bisa mencapai 14 briks bila dipetik benar-benar matang. Bobot buah 200-250 gram per buah dan mulai berbuah umur 2 tahun.

Madu Deli Hijau
Madu deli hijau berasal dari Taiwan. Dalam perkembangannya buah berwarna hijau dengan semburat merah di bawah. Rasa buah manis dan kering. Kadar kemanisan 24 briks. Bobot buah mencapai 200 gram per buah. Mulai berbuah pada umur 7 bulan pasca tanam dari bibit tinggi 40 cm. Pohon dapat berbuah sepanjang tahun dengan puncak produksi 3 kali dalam setahun.

Tehnik Menanam Jambu Air

A. Syarat Tumbuh

Iklim
Tanaman jambu air tumbuh baik di daerah beriklim kering dengan curah hujan rendah sekitar 500-3.000 mm/tahun. Lokasi terbaik untuk penanaman jambu air yaitu wilayah dengan musim kemarau lebih dari empat bulan, seperti daerah Tsabat (Sumatera Utara), Subang (Jawa Barat), dan Lampung. Daerah-daerah ini memiliki potensi menghasilkan buah jambu air berkualitas tinggi, yaitu bercitarasa manis, renyah saat digigit dikarenakan kandungan air yang sedikit. Sebaliknya, jika ditanam di daerah yang bercurah hujan tinggi, rasa buah cenderung hambar dikarenakan tingginya kandungan air. Suhu yang ideal untuk pertumbuhan tanaman jambu air berkisar 18-28 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 50-80%.

Elevasi
Tanaman jambu air dapat ditanam di daerah dataran rendah sampai dengan dataran dengan ketinggian 500 dpl (di atas permukaan laut). Di kota Binjai, Sumatera Utara produktivitas terbaik diperoleh dari daerah berketinggian 28 dpl. Tabulampot jambu air sebaiknya diletakkan di tempat terbuka agar tanaman mendapat sinar matahari penuh. Kebutuhan cahaya minimal 6 jam. Jika kurang dari itu maka rasa buah kurang manis.

Sumber Air
Tanaman jambu air sangat membutuhkan air terutama menjelang berbunga dan berbuah. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman merana kekeringan dan daun berguguran.

B. Persiapan Bibit
Bibit merupakan titik awal penentu keberhasilan budidaya tanaman, termasuk jambu air. Kesalahan pemilihan varietas diketahui sekitar 7-10 bulan pasca tanam, yaitu keyika buah mulai muncul. Oleh karena itu bibitunggul Nursery Cirebon memberikan garansi keaslian jenis dari setiap tanaman yang telah Anda beli, dengan demikian Anda dapat menukar jika terjadi kesalahan dalam pengiriman bibit.

C. Persiapan Tanam Dalam Pot
Tanaman buah dalam pot (TABULAMPOT) sangat rawan mengalami defisiensi (kukurangan) hara dikarenakan media yang menjadi salah satu sumber nutrisi jumlahnya sangat terbatas. Oleh karena itu, media tanam berperan penting menjaga kelangsungan hidup tanaman. Faktor kesesuaian wadah tanam (pot/planter bag) dan cara penanaman bibit yang baik juga mendukung pertumbuhan tanaman jambu air pada tahap awal perkembangannya.

-) Media Tanam
Penggunaan media tanam yang tepat menentukan keberhasilan budidaya tanaman jambu air di dalam pot. Media tanam untuk tabulampot harus berkualitas tinggi. Sebab tabulampot menggantungkan hidupnya pada media tanam yang jumlahnya sangat terbatas. Jika media tanam miskin unsure hara, tabulampot sulit tumbuh normal apalagi berbuah. Selain kaya nutrisi, media tanam yang tepat untuk tanaman jambu air yakni bersifat porous (mudah mengalirkan air).

Media tanam untuk tanaman jambu air dapat berupa campuran tanah, pupuk kandang terfermentasi, dan sekam padi dengan komposisi 3:2:1 atau dapat disesuaikan dengan keadaan iklim (pada umumnya untuk daerah Panas: 2 :1:1 (Tanah:Sekam:KOHE) atau 100% KOHE. Daerah Lembab: 1:1 (Sekam:KOHE) atau 1:1:1 (Tanah:Sekam:KOHE))
 
-) Wadah Tanam
Untuk wadah tanaman jambu air Anda dapat menggunakan pot plastic, drum, poly bag, atau planter bag. Hal ini dapat disesuaikan dengan keuangan Anda. Dari masing-masing wadah memiliki kelebihan dan kekurangan. Bahan drum misalnya, relative awet tetapi mudah berkarat. Akibatnya bagian bawah drum kerap jebol sehingga media tanam dan akar keluar ke tanah. Pot plastik antipecah, tahan hingga 5-6 tahun tetapi harganya relative mahal. Di antara ke empat wadah tanam yang paling banyak digunakan adalah polybag. Dengan alasan harga murah dan daya tahan cukup lama, sekitar 2-3 tahun.

-) Tanam Bibit
Setelah bibit tiba, segera tanam dalam polybag atau pot dengan media yang telah disiapkan kemudian siram dengan air sampai media benar-benar basah. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari di tempat yang teduh. Tujuannya agar bibit tidak kering kepanasan karena pada saat itu akarnya belum bekerja sempurna. Penempatan bibit di tempat yang teduh dilakukan sekitar 1-2 minggu atau saat bibit sudah benar-benar segar.

D. Pemeliharaan
Penanaman di pot dapat menyebabkan tanaman sulit berbuah karena media tanam terbatas. Itu sebabnya pemeliharaan secara intensif mutlak diperlukan. Secara umum pemeliharaan yang dilakukan mencakup penyiraman, pemangkasan, pemupukan, serta pencegahan hama dan penyakit. 

-) Penyiraman
Jambu air relative cukup tahan kekurangan air. Tanaman anggota family Myrtaceae  ini mempunyai perakaran yang kuat sehingga mampu bertahan hidup pada musim kemarau. Pada musim kemarau yang cukup lama –sekitar 4 bulan-, daun-daunnya tetap hijau sementara tanaman lain sudah banyak yang kekeringan dan daunnya rontok.
Walaupun demikian, pada saat fase pertumbuhan, tanaman jambu air tetap membutuhkan air untuk berbagai aktivitas antara lain; fotosintesis, penyerapan nutrisi dari tanah, dan aktivitas metabolisme.

-) Pemupukan
Tanaman jambu air membutuhkan asupan nutrisi terutama yang mengandung unsure kalium, fosfor, dan kalsium dalam jumlah cukup secara rutin. Untuk itu pemberian pupuk secara intensif diperlukan untuk memasuk kebutuhan hara jambu air dalam pot.

-) Pemangkasan
Pemangkasan adalah kunci meningkatkan produktivitas jambu air. Sebab buah jambu akan muncul di ujung cabang pasca pemangkasan. Pemangkasan umumnya dilkukan untuk memunculkan percabangan, membentuk tajuk pohon, dan merangsang pembungaan.
Pemangkasan pertama dilakukan pada umur 4 bulan setelah pindah ke pot. Lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk sehingga terbentuk pola 1-3-7-13, yaitu 1 cabang utama, 3 cabang primer, 7 cabang sekunder, dan 13 cabang tersier. Selanjutnya setiap 3 bulan lakukan pemangkasan peyeimbang.

-) Pencegahan Penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jambu air adalah sebagai berikut;

Busuk Buah
Busuk buah umumnya disebabkan oleh serangan lalat buah Bactrocera dorsalis. Lalt menempatkan telurnya ke dalam buah muda. Telur menetas menjadi larva kemudian menyebabkan buah busuk dan akhirnya rontok. Untuk mengurangi serangan, pasang perangkap menggunakan botol plastic air kemasan. Isi air dengan sedikit kapas yang telah diolesi minyak metal eugenol –minyak cengkih- lalu gantungkan botol di pohon.
Baca juga: Musuh jambu madu

Pecah Buah
Pecah buah disebabkan kelebihan air secara mendadak. Penyiraman tabulampot tidak boleh berlebihan. Untuk pencegahan, hindari penyiraman pada siang hari. Lakukan penyiraman pada pagi hari sebelum pukul 08.00 dan sore hari setelah pukul 16.00

Tanaman Terserang Hama, Penyakit, Atau Organisme Lain
Hama paling umum yang menyerang tanaman jambu air adalah ulat. Tidak hanya menghabiskan daun, ulat juga rakus melahap tunas muda dan tunas bunga. Tanpa daun, tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis. Lambat laun tanaman malas berbuah dan mati merana. Cara pencegahan lakukan penyemprotan pestisida setiap minggu. Namun 2 minggu menjelang panen penyemprotan dan pemberian pestisida dihentikan.

Koleksi Produk Lainnya :

 
Copyright © 2016. Design: Gusti Adnyana