ANEKA MANGGA EKSOTIS TOKO BIBIT ONLINE | JUAL BIBIT TANAMAN MURAH | JUAL TABULAMPOT CIREBON TOKO BIBIT UNGGUL
Pesan Produk Sekarang

ANEKA MANGGA EKSOTIS


Hubungi CS


Asal Usul Mangga
Mangga adalah tanaman pendatang berasal dari India, Srilangka, dan Pakistan  dan menyebar ke seluruh dunia. Tanaman mangga terdapat dua tipe, yaitu monoembrioni (satu biji bertunas satu) dan poliembrioni (satu biji tumbuh lebih dari dua tunas). Mangga jenis poliembrioni ini umumnya berasal dari Asia Tenggara.
Mangga yang berkembang di Indonesia diduga berasal dari India. Di India, pemeliharaan tanaman mangga mungkin sudah sama tua umurnya dengan peradaban India. Orang asing yang pertama kali melihat kebun mangga di India di lembah Indus adalah Alexander Agung pada tahun 327 SM (sebelum masehi), sedangkan penulis tentang mangga India yang pertama adalah Huien T’Sang pada tahun 632 sebelum Masehi.
Penyebutan nama Mangga sendiri berasal dari bahasa Tamil di India, yaitu Man-Kay atau Man-Gas. Dalam bahasa Botani (Ilmu Yang mempelajari tentang tumbuhan) disebut Mangifera Indica L, yang berarti tanaman mangga berasal dari India.

Manfaat Mangga
Mangga mengandung beberapa manfaat, yaitu;

-) Sumber Antioksidan
Di dalam buah mangga terdapat sumber beta karoten, vitamin C (41 mg untuk mangga matang dan 65 mg untuk mangga muda) dan kalium (dalam setiap 100 gram buah mangga terdapat 189 mg kalium). Beta karoten adalah zat yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A. Beta karoten dan vitamin C tergolong sebagai antioksidan, yaitu senyawa yang dapat memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas.

-) Membantu Pencernaan
Mangga memiliki enzim pencernaan yang dapat membantu pemecahan protein serta membantu proses pencernaan.

-) Menurunkan Kolestrol
Tingginya kandungan serat, pectin, dan vitamin C dalam buah mangga membantu menurunkan kadar kolestrol dalam darah.

-) Menormalkan kadar Insulin
Daun mangga membantu menormalkan kadar insulin dalam darah. Buah mangga juga memiliki indeks glikemik yang relative rendah (41-60) sehingga dengan mengkonsumsi mangga tidak berbahaya bagi kadar gula Anda. 

Jenis Mangga Eksotik
Indonesia kaya akan varietas mangga baik jenis lokal maupun introduksi. Berikut ini adalah jenis mangga yang layak untuk dikebunkan maupun dikoleksi, memiliki nilai komersial tinggi yang tersedia di bibitunggul nursery Cirebon,yaitu:

Irwin
Mangga Irwin berasal dari Autralia, memiliki bobot buah 300-500 gram per buah, serat halus, daging buah kering, sedikit bertepung, rasa buah manis segar dengan derajat kemanisan mencapai 20 briks. Kulit tebal berwarna keunguan sedikit jingga dan hijau. Berbuah umur 3 tahun, produktivitas 35 kg/pohon/tahun (pohon umur 5 tahun), kulit tebal sehingga tahan lalat buah dan pengiriman 

Chokanan
Mangga Chokanan berasal dari Thailand, memiliki bobot buah 300-350 gram, daging kering dan bertepung, harum, manis legit (16 briks), sedikit berserat, kulit kuning. Mangga chokanan bersifat genjah (mudah berbuah), dapat berbuah pada usia 2-3 tahun pasca tanam tanpa perlakuan istimewa. Bunga tahan guyuran hujan, produktivitas tunggi 150 kg per pohon per tahun.

Nam dok mai
Mangga Nam dok Mai berasal dari Thailand. Memiliki bobot buah 450-500 gram, daging bertekstur lembut, harum lembut, sangat manis (20 briks), kulit buah kuning dengan ujung kehijauan. Genjah (2—3 tahun berbuah), bunga tahan guyuran hujan, produktivitas tinggi 120 kg per pohon per tahun (pohon umur 10 tahun) 

Mundeunkao (Thailand)
Bobot 300—500 gram, enak dimakan muda, renyah, manis, beraroma mirip arumanis, daging buah kering, kulit hijau dan berbedak, Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 120 kg per pohon per tahun (pohon umur 6 tahun)

Khio jay (Thailand)
Bobot buah 300—500 gram, enak dimakan muda, renyah, manis, gurih, kulit hijau dan berbedak, Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 120  kg/pohon/tahun. Tersedia 2 jenis mangga Khio Jay, yaitu Khio Jay Hijau dan Khio Jay merah.

Mahachanok (Thailand)
Bobot buah 350—500 gram, rasa manis sedikit asam (16—18o briks), kulit merah, jingga kekuningan dijuluki mangga pelangi, Genjah (2—3 tahun berbuah), adaptif di ketinggian 100—700 m dpl di Thailand Tengah dan Utara.

Yu wen (Taiwan)
Ukuran buah jumbo dengan bobot 1—2 kg, daging buah tebal, lembut, tidak berserat, manis segar (15o briks), biji tipis, dan kulit merah menyala.

Khio sawoei (Thailand)
Bobot 300—500 gram, enak dimakan muda, daging buah kering, renyah, bertepung, manis meski masih muda, dan kulit hijau tua, Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 8 kg per tahun per pohon dalam tabulampot, penanaman di tanah di Thailand mencapai 120 kg per pohon per tahun

Okyong (Thailand)
Bobot buah 300—350 gram, daging buah juicy dan tidak terlalu bertepung, manis, dan kulit kuning merata, Genjah (2—3 tahun berbuah), produktivitas 50 kg per pohon per tahun (pohon umur 5 tahun)

Fa lan (Thailand)
Bobot 300-500 g, enak dimakan muda, daging buah kering, renyah, bertepung, manis meski masih muda, dan kulit hijau tua, Genjah (berbuah umur 3 tahun), produktivitas 10 kg/tahun/pohon umur 6 tahun dalam pot

Emperor ()

Golden (R2 E2)

Gedong Gincu (Indonesia)
Mangga gedong gincu berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Warna kulit serta daging buahnya kuning kemerahan dan tanpak mencolok, kulit tipis, buah berbentuk bulat tanpa lekukan, daging tebal serta sedikit berserat, rasanya manis segar, aroma buah harum.

Harummanis Merah

Mahatir (Malaysia)

Golek India

Jelly Autralia

Mangga Brazil

Tehnik Menanam Mangga

A. Syarat Tumbuh

Iklim
Tanaman mangga tumbuh baik di daerah beriklim kering dengan curah hujan rendah sekitar 500-3.000 mm/tahun. Lokasi terbaik untuk penanaman jambu air yaitu wilayah dengan musim kemarau selama tiga bulan, seperti daerah Indramayu (Cirebon, Jawa Barat), Subang (Jawa Barat). Daerah-daerah ini memiliki potensi menghasilkan buah mangga berkualitas tinggi, yaitu bercitarasa manis, kering saat digigit dikarenakan kandungan air yang sedikit. Sebaliknya, jika ditanam di daerah yang bercurah hujan tinggi, rasa buah cenderung hambar dikarenakan tingginya kandungan air. 

Elevasi
Tanaman jambu air dapat ditanam di daerah dataran rendah sampai dengan dataran dengan ketinggian 500 dpl (di atas permukaan laut). Tabulampot mangga sebaiknya diletakkan di tempat terbuka agar tanaman mendapat sinar matahari penuh. Kebutuhan cahaya minimal 8 jam. Jika kurang dari itu maka rasa buah kurang manis.

B. Persiapan Bibit
Bibit merupakan titik awal penentu keberhasilan budidaya tanaman, termasuk mangga. Kesalahan pemilihan varietas diketahui sekitar 2-3 tahun pasca tanam, yaitu ketika buah mulai muncul. Oleh karena itu bibitunggul Nursery Cirebon memberikan garansi keaslian jenis dari setiap tanaman yang telah Anda beli, dengan demikian Anda dapat menukar jika terjadi kesalahan dalam pengiriman bibit.

C. Persiapan Tanam Dalam Pot
Tanaman buah dalam pot (TABULAMPOT) sangat rawan mengalami defisiensi (kukurangan) hara dikarenakan media yang menjadi salah satu sumber nutrisi jumlahnya sangat terbatas. Oleh karena itu, media tanam berperan penting menjaga kelangsungan hidup tanaman. Faktor kesesuaian wadah tanam (pot/planter bag) dan cara penanaman bibit yang baik juga mendukung pertumbuhan tanaman jambu air pada tahap awal perkembangannya.

-) Media Tanam
Penggunaan media tanam yang tepat menentukan keberhasilan budidaya tanaman mangga di dalam pot. Media tanam untuk tabulampot harus berkualitas tinggi. Sebab tabulampot menggantungkan hidupnya pada media tanam yang jumlahnya sangat terbatas. Jika media tanam miskin unsur hara, tabulampot sulit tumbuh normal apalagi berbuah. Selain kaya nutrisi, media tanam yang tepat untuk tanaman mangga yakni bersifat porous (mudah mengalirkan air).

Media tanam untuk tanaman mangga dapat berupa campuran tanah, pupuk kandang terfermentasi, dan sekam padi dengan komposisi 1:2:0,5 atau dapat disesuaikan dengan keadaan iklim (pada umumnya 1:1:1).
 
-) Wadah Tanam
Untuk wadah tanaman mangga Anda dapat menggunakan pot plastik, drum, poly bag, atau planter bag. Hal ini dapat disesuaikan dengan keuangan Anda. Dari masing-masing wadah memiliki kelebihan dan kekurangan. Bahan drum misalnya, relative awet tetapi mudah berkarat. Akibatnya bagian bawah drum kerap jebol sehingga media tanam dan akar keluar ke tanah. Pot plastik antipecah, tahan hingga 5-6 tahun tetapi harganya relative mahal. Di antara ke empat wadah tanam yang paling banyak digunakan adalah polybag. Dengan alasan harga murah dan daya tahan cukup lama, sekitar 2-3 tahun.

-) Tanam Bibit
Setelah bibit tiba, segera tanam dalam polybag atau pot dengan media yang telah disiapkan kemudian siram dengan air sampai media benar-benar basah. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari di tempat yang teduh. Tujuannya agar bibit tidak kering kepanasan karena pada saat itu akarnya belum bekerja sempurna. Penempatan bibit di tempat yang teduh dilakukan sekitar 1-2 minggu atau saat bibit sudah benar-benar segar.

D. Pemeliharaan
Penanaman di pot dapat menyebabkan tanaman sulit berbuah karena media tanam terbatas. Itu sebabnya pemeliharaan secara intensif mutlak diperlukan. Secara umum pemeliharaan yang dilakukan mencakup penyiraman, pemangkasan, pemupukan, serta pencegahan hama dan penyakit. 

-) Penyiraman
Tanaman Mangga relative cukup tahan kekurangan air. Tanaman anggota family Anarcadiaceae ini mempunyai perakaran yang kuat sehingga mampu bertahan hidup pada musim kemarau. Pada musim kemarau yang cukup lama –sekitar 4 bulan-, daun-daunnya tetap hijau sementara tanaman lain sudah banyak yang kekeringan dan daunnya rontok.
Walaupun demikian, pada saat fase pertumbuhan, tanaman mangga tetap membutuhkan air untuk berbagai aktivitas antara lain; fotosintesis, penyerapan nutrisi dari tanah, dan aktivitas metabolisme.

-) Pemupukan
Tanaman mangga membutuhkan asupan nutrisi terutama yang mengandung unsur kalium, fosfor, dan kalsium dalam jumlah cukup secara rutin. Untuk itu pemberian pupuk secara intensif diperlukan untuk memasuk kebutuhan hara jambu air dalam pot.

-) Pemangkasan
Pemangkasan adalah kunci meningkatkan produktivitas mangga. Sebab bakal bunga akan muncul di ujung cabang pasca pemangkasan. Pemangkasan umumnya dilkukan untuk memunculkan percabangan, membentuk tajuk pohon, dan merangsang pembungaan.
Pemangkasan pertama dilakukan pada umur 4 bulan setelah pindah ke pot. Lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk sehingga terbentuk pola 1-3-9-27, yaitu 1 cabang utama, 3 cabang primer, 9 cabang sekunder, dan 27 cabang tersier. Selanjutnya setiap 3 bulan lakukan pemangkasan peyeimbang.

-) Pencegahan Penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman mangga adalah sebagai berikut;

Hama:

Kepik Mangga (Cryptorrhynoccus gravis)
Hama ini menyerang buah dan masuk ke dalamnya. Pengendalian: Berikan predator hama ini, missal semut merah. Dengan diberikannya predator menyebabkan kepik tidak bertelur.

Bubuk Buah Mangga
Menyerang buah mangga hingga tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Pengendalian: Musnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini, berikan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon, serta lakukan penyemprotan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.

Bisul Daun (Procontarinia matteiana)
Gejala: Daun menjadi berbisul dan daun berwarna coklat, hijau dan kemerahan. Pengendalian: Penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin sebanyak tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepongpong dan memperbaiki aerasi.

Lalat Buah
Gejala: Buah menjadi busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas. Pengendalian: Musnahkan buah yang rusak, member umpan berupa larutan sabun atau metal eugenol –cairan minyak cengkih- di dalam wadah botol air dan insektisida.

Wereng (Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni)
Jenis wereng yang menyerang tanaman mangga berbeda dengan wereng yang menyerang tanaman padi. Wereng ini menyerang daun, rangkaian bunga, dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. Pengendalian: Lakukan penyemprotan dengan insektisida Diazinon atau golongan imidaklopid.

Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus)
Hama tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukanaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga. Pengendalian: Lakukan penyemprotan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.

Penyakit

Penyakit mangga
Penyebab: Jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini adalah jamur yang menyebabkan bunnga menjadi layu, buah menjadi busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. Pengendalian: Berikan fungisida bubur Bordeaux.

Penyakit Diplodia
Penyebab: Jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. Pengendalian: Berikan bubur Bordeaux. Luka diolesi paraffin.

Cendawan Jelaga
Penyebab: Virus Meliola mangivera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam ini disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. Pengendalian: Lakukan penyemprotan dengan insektisida atau cairan belerang.

Bercak Karat Merah
 Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Menyerang daun, ranting, bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. Pengendalian: Lakukan pemangkasan dahan, cabang, dan ranting. Penyemprotan fungisida bubuk Bordeaux atau sulfat tembaga.

Koleksi Produk Lainnya :

 
Copyright © 2016. Design: Gusti Adnyana